Wednesday, 10 February 2016

Keistimewaan Batik Kudus yang Telah Lama Tenggelam

KOMPAS.com - Batik dari daerah Kudus sudah lama menghilang dan tenggelam akibat minimnya pengrajin di kota penghasil Kretek ini. Umumnya, para pekerja di Kudus yang dulunya berprofesi sebagai pembatik, kini lebih memilih profesi sebagai pelinting kretek atau menghabiskan banyak waktu dengan menjadi buruh pabrik di pabrik. 

Hal ini sangat disayangkan, karena Batik Kudus, sama seperti batik-batik dari daerah Indonesia lainnya, ternyata memiliki filosofi serta corak yang istimewa. Dalam acara jumpa pers pergelaran tunggal BaliJava oleh Denny Wirawan dan Djarum Foundation, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia (4/9/2015), Miranti Serad Ginanjar selaku pembina Batik Kudus, mengatakan bahwa jenis batik Kudus memiliki keistimewaan tersendiri karena terdiri dari pencampuran tiga budaya, yakni Indonesia, Arab, dan Tiongkok. 

Batik Kudus diperkirakan populer dari tahun 1880-1940 dan berkembang hingga tahun 1970. Sama seperti batik di daerah pesisir lainnya, batik Kudus juga identik dengan palet warna cerah. Bedanya, batik kudus memiliki isen (motif pengisi) yang lebih rumit dan beraneka ragam, tak hanya sebatas motif binatang atau tumbuh-tumbuhan saja. Melainkan juga seni kaligrafi Timur Tengah ataupun motif panganan lokal. 
KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZESDenny Wirawan memadukan batik Kudus dengan bahan tekstil mewah seperti jacquard, tweed, herringbone hingga teknik digital print.

Makna positif dari batik Kudus adalah Gabah Mawur yang melambangkan kesejahteraan suatu bangsa, Moto Iwak, simbol kejernian berpikir, Mretu Sewu yang berarti persatuan bangsa, Kembang Randu berarti kemurahan sandang, serta motif Merak Katleya yang merupakan lambang keanggunan pengaruh dari budaya Tiongkok. 

Lewat pergelaran bertajuk "Pasar Malam", kerjasama antara desainer Denny Wirawan dan Djarum Foundation, diharapkan bahwa seni kerajinan batik Kudus dapat terangkat kembali dan menarik minat para generasi muda di Indonesia untuk menekuni kembali budaya bangsa yang luar biasa, sebagai pengrajin batik. 

Meski tak mudah, Miranti optimis kalau batik Kudus dapat kembali populer. "Saat ini ada 50 pengrajin batik di Kudus. Empat diantaranya sudah mapan, sisanya masih menjadi pengrajin lepas. Rencananya jalan Wahidin yang berlokasi di Kudus akan menjadi sentra penghasil batik. Sehingga nanti ketika siapapun berkesempatan mengunjungi Kudus, batik Kudus juga dapat menjadi pilihan cinderamata," tukas Miranti. 
Penulis: Silvita Agmasari
Editor: Alvin Dwipayana
sumber : http://female.kompas.com/read/2015/09/04/170500720/Keistimewaan.Batik.Kudus.yang.Telah.Lama.Tenggelam

Tuesday, 9 February 2016

Tak Hanya Cinta, Tokoh Berpengaruh Dunia Ini juga Memakai Batik

Santana dan Batik

Citizen6, Jakarta Batik merupakan ragam budaya khas yang ditetapkan UNESCO pada 2009 lalu. Sebelumnya batik sempat diklaim oleh Negara lain sebagai produk budaya mereka. Akan tetapi, berkat kegigihan pemerintah Indeonesia, batik akhirnya dipatenkan secara resmi sebagai produk budaya Indonesia dan diakui oleh dunia. Berikut tokoh-tokoh dunia yang mengaku mencintai batik dan bahkan memakainya.

sumber : http://citizen6.liputan6.com/read/2330867/tak-hanya-cinta-tokoh-berpengaruh-dunia-ini-juga-memakai-batik?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBcitizen6&p=6

Monday, 8 February 2016

Emas Antam Bermotif Batik Dijual Lebih Mahal, Kenapa?

Ilustrasi Emas Antam (Liputan6.com/Andri Wiranuari)


Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) melalui unit bisnisnya Logam Mulia telah meluncurkan emas motif batik dengan ukuran 10 gram dan 20 gram, namun harga emas tersebut lebih mahal dari harga emas batangan biasa.

Seperti yang dikutip dari dafta harga emas yang diterbitkan Logam Mulia, Rabu (16/12/2015), harga emas motif batik untuk ukuran 10 gram dibanderol Rp 5.580.000. Harga ini lebih mahal dari emas batangan Antam yang tanpa motif sekitar Rp 5.130.000.
Direktur Operasi Antam Agus Zamzam Jamaluddin mengatakan, produk emas Logam Mulia dengan ‎motif batik merupakan rangkaian produk emas batangan Antam yang didesain khusus dan terinspirasi dari keindahan motif batik Indonesia.

Desain khusus yang ditampilkan pada emas batangan Logam Mulia akan menambah kesan unik dan indah dengan nuansa tradisional pada emas batangan, memadukan nilai budaya nasional Indonesia‎ dengan kemilau murni emas sehinga diharapkan dapat menjaga kelestarian nilai budaya Indonesia yang tersimpan dalam bentuk emas batangan.

Tidak hanya untuk investasi, emas batangan edisi khusus ini dapat digunakan sebagai koleksi, dengan terukirnya motif batik di atas emas batangan ‎Logam Mulia maupun pencinta batik.

"Pengenalan motif bati‎k akan menambah nilai estetika dari produk emas batangan bagi para investor maupun kolektor logam mulia," tutur Agus.‎

Kenapa harganya lebih mahal?
General Manager Logam Mulia Dody Martimbang mengungkapkan, sebab harga emas batangan motif batik lebih mahal karena memiliki desain khusus sehingga terdapat keistimewaan.

"Karena inikan satu seni desain yang beda. Desainnya juga bisa dijadikan liontin," kata Dody.

Selain meluncurkan emas motif batik, Antam juga melakukan penjualan perdana emas ukuran 20 gram. Emas Antam ukuran 20 gram dibanderol Rp 10.765.000. (Pew/Ndw)

sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2391227/emas-antam-bermotif-batik-dijual-lebih-mahal-kenapa?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBbisnis

Sunday, 7 February 2016

Tak Hanya Promosikan Batik, Jokowi Juga Banggakan Tenun Ikat Flores

Tak Hanya Promosikan Batik, Jokowi Juga Banggakan Tenun Ikat Flores

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat terus mempromosikan batik. Apalagi batik Indonesia sudah diakui Unesco sebagai warisan dunia.

"Indonesia kaya akan batik. Motif pakaian kebanggaan kita ini bahkan sudah diakui dunia internasional. Unesco sudah menyatakan batik Indonesia sebagai warisan dunia," ujar Jokowi lewat akun Facebook resminya seperti dikutip detikcom, Sabtu (23/1/2015).

Namun tak hanya batik. Jokowi juga mempromosikan tenun ikat Flores. Menurutnya kerajinan tangan pakaian di seluruh Indonesia juga perlu didukung agar lebih maju. 

"Seperti halnya batik, tenun dan kerajinan tangan pakaian lainnya juga perlu kita dukung lebih maju. Memakai busana produk dan warisan nasional adalah salah satu cara mempromosikan," ucapnya.

Tak hanya sekadar bicara, lewat akun Facebook dan Twitter pribadinya, Jokowi mengunggah foto dirinya memakai tenun ikat Flores berwarna hitam dan kuning keemasan.

"Tenun ikat Flores yang saya pakai ini unik, motifnya kaya dan nyaman dipakai," ujarnya. Pada banyak kesempatan Jokowi memang sering memakai batik atau pun tenun khas Indonesia. 
(hri/kha)

sumber : http://news.detik.com/berita/3125595/tak-hanya-promosikan-batik-jokowi-juga-banggakan-tenun-ikat-flores?utm_source=news&utm_medium=Facebook_Detikcom&utm_campaign=CMS+Socmed

Saturday, 6 February 2016

Apindo sebut batik Malaysia contek Indonesia

Merdeka.com - Batik merupakan salah satu warisan kebudayaan khas Indonesia. Untuk itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai batik khas dalam negeri sudah seharusnya mampu menembus pasar ekspor asing, salah satunya Malaysia.

"Terutama Malaysia, kita bisa mengekspor produk berbasis budaya. Orang Malaysia enggak ada ide mengenai batik. Mereka nyontek melulu tuh," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Hariyadi menyebut jika Indonesia masih minim melempar produk batik khas dalam negeri ke Negeri Jiran tersebut lantaran terbentur regulasi ketat dari Malaysia.

"Mereka menutup benar ekspor tekstil, termasuk batik kita ke Malaysia dengan alasan melestarikan budaya mereka. Sama sih dengan Indonesia, tapi bedanya industri batik di Indonesia enggak semuanya printing, tapi batik tulis," tandasnya.

Seperti diketahui, batik merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Selain sebagai warisan budaya, keindahan batik juga telah diakui dunia, beberapa tokoh dunia pernah menggunakan batik Indonesia dalam berbagai kesempatan seperti Nelson Mandela, Barack Obama dan Bill gates.

Bahkan, Nelson Mandela ketika disemayamkan menggunakan salah satu batik Indonesia kesayangannya.

Dulu Malaysia pernah mengklaim batik adalah milik mereka. Polemik pun muncul akibat klaim Negeri Jiran terhadap batik ini.

Tahun 2008 Pemerintah Indonesia tidak diam dengan klaim Malaysia tersebut. Pemerintah Indonesia pun mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-UNESCO.

Untuk mendapat pengakuan representatif sebagai warisan budaya, proses yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia terbilang cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 dengan proses Nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut.

Puncaknya, pada tanggal 2 Oktober 2009 diakhiri dengan UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tanggal 2 Oktober juga diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

"Tahun 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai warisan dunia. Presiden SBY kemudian menjadikan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional," kata SBY.

Pengukuhan dari UNESCO serta pendeklarasian dari Presiden telah menghapus pengklaiman yang digencarkan oleh negara tetangga, Malaysia.
[bim]
sumber : http://www.merdeka.com/uang/apindo-sebut-batik-malaysia-contek-indonesia.html

Friday, 5 February 2016

Liput Pernikahan Putra Jokowi, Wartawan Dapat Seragam Batik

Liputan6.com, Solo - Hari penuh kebahagiaan tengah dinanti Gibran Rakabuming Raka. Tak sampai 2 pekan lagi, putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut akan bersanding di kursi pelaminan dengan Selvi Ananda.

Terkait itu, Tim Media Center untuk pernikahan Gibran-Selvi pun membagikan pakaian batik kepada para jurnalis. Batik bermotif parang dan berwarna cokelat itu wajib dikenakan para wartawan saat meliput resepsi pernikahan putra sulung Presiden Jokowi dengan Putri Solo 2009 itu.

Koordinator Media Center, Quirinto Endhi mengatakan, pembagian batik kepada wartawan mulai dilakukan terhitung Sabtu 30 Mei 2015. Batik tersebut menjadi pakaian seragam saat meliputi prosesi pernikahan Gibran-Selvi.

"Pakaian batik itu nantinya pakai saat resepsi biar teman-teman jurnalis terlihat rapi," ucap dia di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2015) malam.

Selain mengenakan seragam batik tersebut, sambung dia, nantinya para awak media yang akan meliput rangkaian prosesi pernikahan putra orang nomor satu di Indonesia ini juga harus membawa ID card atau kartu identitas yang dikeluarkan oleh instansi militer.

"Jadi selain seragam batik, nanti harus mengenakan ID card yang dikeluarkan korem (komando resor militer setempat). Tanpa kelengkapan itu, teman-teman media tidak bisa masuk," jelas lelaki yang akrab disapa Rinto itu.

Soal pembagian batik, imbuh Rinto, untuk wartawan laki-laki akan berupa kemeja lengan panjang motif corak lurik. Sedangkan untuk wartawan perempuan yang dibagikan hanya lembaran kain batik dengan motif serupa.

"Untuk teman-teman wartawan perempuan akan dibagikan kain batik untuk dijahitkan. Pihak Media Center juga memberikan sumbangan uang Rp 50 ribu untuk membantu biaya penjahitan," ucap dia.
Pernikahan Gibran dengan Selvi bakal digelar pada 11 Juni 2015 mendatang. Sebelum melangsungkan akad nikah dan resepsi, sehari sebelumnya akan digelar prosesi adat midodareni. Sebanyak 3.000 undangan disiapkan untuk malam terakhir masa lajang bagi kedua calon mempelai.

Resepsi Pernikahan

Adapun resepsi pernikahan direncanakan akan berlangsung di Gedung Graha Saba Buwana, Jalan Letjen Soeprapto 80B, Sumber, Solo, Jawa Tengah pada Kamis malam 11 Juni 2015 mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, Walikota Solo menjelaskan, para tamu undangan tidak datang bersamaan. Kedatangan mereka akan dibagi-bagi.

"Ada 4.000 (undangan) itu nanti dibagi. (Tamu) Undangan relawan dan warga Solo datang pada malam midodareni dan resepsi, lalu tamu yang sudah datang tidak bisa datang lagi ke resepsi," ucap Walikota Solo yang akrab disapa Rudy kepada wartawan, Selasa 26 Mei lalu.

"Resepsi pertama digelar pukul 10.00 hingga pukul 11.00 WIB dengan tamu undangan sebanyak 1.500 orang, dilanjutkan pukul 11.00 sampai pukul 12.00 WIB dengan 1.500 tamu undangan. Kemudian gelombang ketiga pukul 12.00 sampai pukul 13.00 WIB dengan 1.000 tamu undangan," imbuh Rudy.

Menurut Rudy, resepsi malam hari hanya bagi tamu penting, seperti para pejabat tinggi, tamu negara, dan politisi. "Resepsi malam hari ada dua sesi, yaitu pukul 18.30-19.30 WIB dan pukul 19.30-20.30 WIB," urai Rudy.

Hanya saja, Rudy belum bisa menjelaskan siapa saja tamu negara dan politisi yang akan datang pada resepsi pernikahan Gibran-Selvi pada malam hari. "Untuk resepsi malam hari, (penentuan) tamunya merupakan kewenangan kesekretariatan negara." (Ans)
    sumber : http://news.liputan6.com/read/2242718/liput-pernikahan-putra-jokowi-wartawan-dapat-seragam-batik?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBnews?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBnews#

Thursday, 4 February 2016

Ganjar: Mebel, Kuliner, Batik, Jamu, Itu Keunggulan Kita

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakini pasar bebas ASEAN akan membawa keuntungan bagi Jawa Tengah. Dia yakin, beberapa produk unggulan di Jateng bisa bersaing di tingkat mancanegara. 

“Ada mebel, kuliner, batik, jamu, furniture, itu jadi keunggulan kita. Harapannya itu bisa dipasarkan di negara-negara anggota MEA, atau bahkan di pasar dunia,” kata Ganjar seusai membuka pertemuan tahunan pelaku Industri Jasa Keuangan 2016, di Semarang, Selasa (26/1/2016). 

Produk-produk unggulan di Jateng tersebut diyakini mampu bersaing dengan produk dari negara lain sehingga produk lokal tinggal dikemas disertai pengembangan di sektor pemasaran di negara lain. 

Ganjar pun menegaskan agar pelaku usaha di Jateng bisa kompak dan serius bersama-sama menghadapi pasar bebas ini. 

Para Bupati dan Wali Kota juga diminta untuk menginventarisasi potensi produk keunggulan yang ada. 

“Dengan cara itu, produk-produk potensial yang dijual di pasar bisa segera terdaftar, dan bisa dipasarkan oleh Pemerintah,” tambah dia. 

Selain hal tersebut, Jateng juga ingin menjalin kerjasama secara lebih dengan para duta besar. Ganjar ingin para duta besar bisa ikut memamerkan produk unggulan dari Jawa Tengah di negara mereka ditugaskan. 

“MEA itu sekaligus jadi market kita, kita sudah punya kekuatan di industri unggulan,” ujarnya. 

"Kami lakukan roadshow keliling ke negara-negara yang ada MEA, kita menawarkan produk lokal dengan segala keunggulannya,” tambahnya lagi.


sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/01/26/16475291/Ganjar.Mebel.Kuliner.Batik.Jamu.Itu.Keunggulan.Kita